Monday, October 9, 2017

Sepekan lalu.


Kisah sepekan lalu. Kisah bertemu dan diduga lagi di Mahkota Segiempat, tapi kini memburu Si Pies. Kisah yang biasa-biasa, tapi yang luar biasa itu salah satu logikanya. Ujar Encik Dato', "Awak seorang yang lemah lembut, awak pasti boleh bekerja dengan baik tapi awak bukan pemimpin yang baik". Noktah. Terima kasih Encik Dato'. Aku pernah diajukan hal yang sama ketika bertemu dan diduga di Sisiem dua purnama yang lalu.

Dengan membawa hati yang gundah, kaki melangkah menuju gelanggang ceritera. Sekadar menduga jika hati ini benar sukar dikeraskan, dipaksakan. Lalu Bisik pada Langit menjadi pilihan. Oh ya. Ini kali kedua selepas yang pertama. Lalu keputusannya? Hanya Allah yang tahu. Alhamdulillah 'ala kulli haal.

Saturday, September 2, 2017

Sakti.


Di saat-saat begini, aku mengulang semula hikayat Lelaki Berduka dari Tanah Rencong. Mengenalinya di akhir belasan tahun, aku jatuh hati pada dia yang digelar Sunan kerana mencintai dan berusaha mencontohi qudwatuna, Rasulullah saw. Akhlaknya dan tawakkalnya kepada Dia sungguh menggugah jiwa. Memang kesaktian itu nyata, dan tiada yang mustahil bagi Allah 'Azza wa Jalla. Semoga Allah melimpahkan kebaikan buat Si Penglipur Lara, dan kita juga. Allahumma ameen.

Tuesday, August 1, 2017

Walk the talk.


[Kathleen Syme, 14052016]

MPOZ. If I could choose one thing to learn from them, it would be to walk the talk. Yes, they are progressive and the name speaks loud and clear for themselves. Again, mukmin should also exemplify the same. Do not proclaim yourself as mukmin if actions cannot speak louder than words. Let us try our best, shall we?

Do the people think that they will be left to say, "We believe" and they will not be tested? But We have certainly tested those before them, and Allah will surely make evident those who are truthful, and He will surely make evident the liars. (Al-Ankabut 29:2-3)